SELAMAT DATANG

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَشَلَامُعَلَيْكُمْ وَرَحْمةُالله وَبَرَكَتُهٌ

CEK NISN

MAU CEK NISN KAMU ?
Silahkan Klik pada tulisan CEK NISN di bawah ini !
CEK NISN

Jumat, 17 Desember 2010

ELASTISITAS


Pendahuluan
Berdasarkan sifat kelenturannya, sebuah benda dapat dikatagorikan menjadi benda elastis dan benda tidak elastik.
Benda elastis adalah benda yang bila dikenai gaya dapat berubah bentuknya, dan jika gaya itu dihilangkan maka bentuk benda akan kembali ke bentuknya semula.
Beberapa hal yang berhubungan dengan elastisitas adalah :

I.         Tegangangan (σ) yaitu hasil perbandingan antara besarnya gaya dengan luas bidang benda yang mengalami gaya tersebut.

II.      Regangan (e) yaitu hasil perbandingan antara perubahan panjang benda dengan panjang benda mula mula.

III.   Modulus young (γ) yaitu merupakan hasi perbandingaΔn antara besarnya regangan dengan tegangan.


Ketrangan :
σ = Tegangan ................................ (N m-1)
e = Regangan .................................    –
γ = Modulus young ........................(N m-1)
F = gaya ......................................... (newton)
A = Luas bidang ............................ (m2)
l = Panajang batang ...................... (meter)
Δl = perbahan panjang batang ........    –

Contoh benda yang termasuk benda elastis adalah seperti karet, pegas, dllekan

Pegas
Bila sebuah pegas kita tarik dengan gaya F sehingga panjang pegaas bertamabah  (Δl), maka untuk pegas tersebut berlakulah persamaan sbb :
F = k Δl
Karena untuk menarik pegas diperlukan energi, maka sesuai dengan hukum kekekalan energi mekanik, energi ini dalam pegas menjadi energi potensial pegas (Ep).
Energi potensial pegas ini sama dengan usaha yang dilakukan pada pegas sehingga panjangnya bertambah sebesar (Δl), oleh karena itu besar dari energi potensial pegas dapat dihitung dengan rumus :
Ep =  ½ F Δx , atau
Ep =  ½  k Δx2

Selanjutnya nantikan pembahasan untuk Pegas seri dan Paralel pada pembahasan berikutnya :

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah bisa berguna juga.... !

irvan mengatakan...

good , thanks atas informasinya

asep suratman mengatakan...

@ Irvan : sama-sama, smoga bermamfaat ya... !!!

gilbert mengatakan...

saya bingung nih sama soal : sebuah balok bermassa m menumbuk pegas horizontal (konstanta pegas k). Akibat tumbukan ini, pegas tertekan maksimum sejauh Xo dari posisi normalnya. Bila koefisien gese antara balok dan lantai μ dan percepatan gravitasi bumi g, maka kelajuan balok pada saat mulai bertumbukan adalah . . . .
v =

asep suratman mengatakan...

@gilbert :
pada kasus seperti ini dimana Xo jarak pegas tertekan dari mulai tumbukan maka untuk mendapatkan v diperlukan waktunya sehingga mencapai Xo, bila t ngga ada berarti kelajuan : v = 1/2 μ g t
Barangkali itu jawaban saya, smoga jawaban saya benar ya... !

Unknown mengatakan...

keren blognya mas......
semoga semakin bermanfaat....

asep suratman mengatakan...

@ muhammad arkan :
Amiin..., terima kasih mas arkan.
terima kasih juga sudah mampir di blog saya ini !

Pengikut

FISIKA GERAK LURUS